Ini Alasan Mobil Bekas Paling Dicari Konsumen di Tahun 2025

METROSTRAIGHT.COM- Pasar mobil bekas di Indonesia tahun 2025 diprediksi mengalami peningkatan yang signifikan. Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% salah satu alasan naiknya harga mobil baru. Alhasil, mendorong konsumen untuk beralih ke mobil bekas dengan menawarkan nilai depresiasi lebih stabil.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil baru menunjukan penurunan sebesar 14,7% pada periode Januari-November 2024. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat dan kenaikan harga kendaraan baru. Sebagai respons, banyak konsumen memilih mobil bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau.
Perusahaan seperti Belanja Mobil dan PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) optimis terhadap prospek pasar mobil bekas di tahun 2025. Belanja Mobil berencana menambah cabang dan meningkatkan stok kendaraan untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Sementara itu, ASLC mencatat peningkatan penjualan melalui platform lelang dan ritel mereka, serta melihat peluang besar di pasar mobil bekas akibat tantangan ekonomi dan kebijakan pajak yang memengaruhi penjualan mobil baru.
Namun, pasar mobil bekas juga menghadapi tantangan, seperti penurunan daya beli masyarakat dan kekhawatiran konsumen terkait perawatan serta kualitas kendaraan bekas. Untuk mengatasi hal ini, beberapa dealer meningkatkan transparansi informasi dan menawarkan jaminan kondisi kendaraan guna meningkatkan kepercayaan konsumen.
Secara keseluruhan, tren mobil bekas di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan prospek yang menjanjikan, didukung oleh pergeseran preferensi konsumen dan strategi adaptif dari pelaku industri.
Tahun 2025 ini, pasar mobil bekas di Indonesia menjadi favorit konsumen. Beberapa di antaranya:
- Toyota Avanza (2018-2021): Dikenal sebagai “mobil sejuta umat”, Toyota Avanza tetap menjadi pilihan utama karena keandalannya, perawatan yang mudah, dan harga jual kembali yang stabil. Mobil ini dilengkapi dengan mesin 1.3L atau 1.5L 4-silinder Dual VVT-i yang efisien dan kabin yang luas, cocok untuk keluarga atau keperluan bisnis.
- Honda Brio Satya (2019-2022): Dengan desain yang kompak dan sporty, Honda Brio Satya diminati oleh pengendara perkotaan. Mesin 1.2L i-VTEC-nya menawarkan efisiensi bahan bakar yang baik, menjadikannya ideal untuk penggunaan harian.
- Mitsubishi Xpander (2018-2021): Desain futuristik dan kenyamanan kabin membuat Mitsubishi Xpander banyak dicari. Mobil ini cocok untuk perjalanan jarak jauh karena suspensinya yang empuk dan ruang kabin yang lega.
- Suzuki Ertiga (2019-2022): Suzuki Ertiga generasi terbaru menjadi pilihan menarik karena fitur modernnya, seperti head unit touchscreen dan AC digital. Selain itu, konsumsi BBM yang irit menjadikannya salah satu mobil bekas terlaris di segmen MPV.
- Toyota Fortuner (2017-2020): Bagi pencinta SUV, Toyota Fortuner tetap menjadi primadona. Dengan mesin diesel bertenaga dan tampilan gagah, mobil ini sering dicari oleh mereka yang membutuhkan kendaraan tangguh untuk berbagai medan.
6. Honda City dan Toyota Vios (2007-2023): diminati karena kenyamanan dan performanya. Harga untuk Honda City bekas berkisar antara Rp52 juta hingga Rp309 juta, tergantung pada kondisi dan tahun produksinya.
Tetapi penting untuk diingat, sebelum membeli mobil bekas, pastikan untuk memeriksa riwayat servis, kondisi fisik dan mesin, serta kelengkapan dokumen seperti BPKB dan STNK guna memastikan transaksi yang aman dan kendaraan yang berkualitas.(***)





