Waspadai Ancaman Penyakit Berbahaya Setelah Musim Hujan

METROSTRAIGHT.COM- Pasca musim hujan berkepanjangan, biasanya berbagai penyakit dapat muncul akibat peningkatan kelembapan, genangan air, dan penyebaran vektor penyakit.
Informasi dari berbagai sumber terpercaya yakni World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes RI), United Nations Environment Programme (UNEP) dan Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), ada beberapa penyakit berbahaya bagi kesehatan manusia yang harus diwaspadai setelah musim hujan dengan intensitas tinggi.
I. Penyakit yang Ditularkan oleh Nyamuk
Genangan air menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk pembawa penyakit, seperti:
- Demam Berdarah Dengue (DBD) – Disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri sendi, ruam kulit, dan risiko perdarahan serius.
- Malaria – Disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Gejala meliputi demam berkala, menggigil, dan anemia.
- Chikungunya – Mirip dengan demam berdarah, tetapi lebih banyak menyebabkan nyeri sendi yang berkepanjangan.
- Zika Virus – Dapat menyebabkan gejala ringan seperti demam dan ruam, tetapi berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan mikrosefali pada bayi.
II. Penyakit yang Ditularkan Melalui Air
Banjir dan genangan air dapat mencemari sumber air bersih, menyebabkan:
- Leptospirosis – Disebabkan oleh bakteri Leptospira yang masuk ke tubuh melalui luka atau selaput lendir yang terpapar air yang terkontaminasi urine hewan. Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, dan dalam kasus parah dapat menyebabkan gagal ginjal atau meningitis.
- Kolera – Infeksi bakteri Vibrio cholerae yang menyebabkan diare parah dan dehidrasi ekstrem. Bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
- Tifus (Demam Tifoid) – Disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dari makanan atau air yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi demam tinggi, lemas, sakit perut, dan gangguan pencernaan.
- Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan – Disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang menyebar melalui air kotor. Bisa berakibat dehidrasi parah, terutama pada anak-anak.
III. Penyakit Pernapasan
Kelembapan tinggi dan udara dingin mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri yang bisa menyebabkan:
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) – Termasuk flu, batuk, bronkitis, dan pneumonia yang bisa diperburuk oleh udara lembap.
- Asma dan Alergi – Meningkat akibat pertumbuhan jamur dan debu yang terperangkap di dalam rumah selama musim hujan.
- Tuberkulosis (TBC) – Bisa menyebar lebih cepat di lingkungan yang padat dan lembap.
IV. Penyakit Kulit
Kontak dengan air kotor dan kelembapan tinggi dapat menyebabkan:
- Infeksi jamur (Kurap, Kutu Air, dan Kandidiasis) – Disebabkan oleh kelembapan yang tinggi, terutama di kaki, selangkangan, dan lipatan kulit.
- Eksim dan Dermatitis – Kulit menjadi lebih sensitif dan mudah iritasi akibat paparan air kotor dan polusi.
- Infeksi Bakteri Kulit – Luka atau goresan kecil bisa terinfeksi lebih cepat dalam kondisi lembap.
V. Penyakit Akibat Hewan Pembawa Penyakit
Hewan seperti tikus dan kecoa sering keluar setelah banjir atau musim hujan panjang, membawa penyakit seperti:
- Leptospirosis (seperti yang disebutkan di atas, akibat air yang terkontaminasi urine tikus).
- Salmonellosis – Infeksi bakteri Salmonella dari makanan yang terkontaminasi kotoran tikus atau kecoa.
Namun, ancaman penyakit tersebut dapat dicegah dengan :
- Menguras dan menutup tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk berkembang biak.
- Menjaga kebersihan lingkungan dan membuang genangan air.
- Menggunakan pakaian tertutup dan obat nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.
- Memastikan air minum dalam kondisi bersih dan matang.
- Menghindari kontak dengan air banjir atau menggunakan pelindung seperti sepatu bot saat beraktivitas di daerah banjir.
- Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian untuk mencegah infeksi kulit. (***)





