Birokratis, Ancam Tidak Maksimal Serapan Anggaran TPG 2025

METROSTRAIGHT.COM, Sulut- Keruwetan birokrasi membuat pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan tiga tahun 2025 tersendat.
Padahal tunjangan ini sangat ditunggu para guru sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme mereka.
Meski sudah resah, mereka (guru) harus bersabar dengan mekanisme birokrasi panjang yang sedang diberlakukan pemerintah.
Banyak guru mengatakan, tahapan verifikasi, data yang belum sinkron antar sistim serta koordinasi antar instansi menyebabkan proses pencairan TPG menjadi panjang.
Kini, sudah di penghujung tahun anggaran triwulan keempat 2025, sementara pencairan TPG triwulan ketiga tak kunjung ada kejelasan.
Panjangnya proses birokrasi dalam penyaluran TPG, berpotensi akan tidak maksimalnya penyerapan anggaran tahun 2025.
Penyebabnya, karena tahapan administrasi yang ruwet, verifikasi data berlarut-larut, perubahan regulasi teknis, hingga persoalan sinkronisasi data antara Dapodik, SIMPKB, dan sistem keuangan daerah serta koordinasi antar instansi yang kurang efisien.
Para guru harus menanggung dampaknya atas keterlambatan hak yang semestinya mereka terima tepat waktu.
Tak sedikit guru juga mempertanyakan, penyaluran TPG sudah jalan bertahun-tahun tetapi pembenahan dari sisi administrasi dan koordinasi antar instansi selalu menjadi alasan keterlambatan pembayaran.
Disisi lain, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan tidak lagi memberlakukan batas pembayaran TPG triwulan ketiga dan selanjutnya.
Kondisi keterlambatan pembayaran triwulan ketiga, bukan tidak mungkin menjadi ancaman terhadap serapan anggaran TPG triwulan keempat di tahun 2025.
Harapannya ke depan proses penyaluran TPG dapat dilakukan lebih transparan, cepat, dan sederhana sehingga tidak lagi menjadi beban tambahan bagi guru di akhir tahun anggaran. (er/*)





