Ekonomi & BisnisTeknologi
Ini Alasan Toyota Kijang Kotak Masih Diburu Kaum Milenial

METROSTRAIGHT.COM,- Mobil jenis Toyota Kijang Kotak 1995 makin diburu kaum milenial di tahun 2026. Bahkan, para pencinta sedang berlomba-lomba meperbaikinya agar kondisinya persis seperti saat keluar dari dealer.
Memiliki mobil ini bukan berarti tidak mampu beli mobil baru zaman sekarang, tetapi antara hobi, kualitas dan apresiasi terhadap sejarah otomotif Indonesia.
Lalu, mengapa Toyota Kijang model Kotak buatan tahun 1986-1996 tetap saja eksis dan menjadi primadona di pasar mobil bekas hingga sekarang.
Bisa dibilang, bukan sekadar mesinnya kuat, namun karena kombinasi unik, ekonomis serta memiliki sentimen emosional.
Berikut ini 5 alasan mengapa Toyota Kijang Kota masih diburu di pasar mobil bekas hingga sekarang:
- Mobil ini dijuluki Mesin hampir abadi. Kijang Kotak menggunakan mesin seri 5K (1.500cc) atau 7K (1.800cc) dengan sistem OHV (Overhead Valve). Tidak banyak sensor elektronik rumit. Jika ada masalah, mekanik di bengkel pinggir jalan manapun pasti bisa memperbaikinya. Mesinnya dirancang untuk kerja keras dan muatan penuh. Selama ada oli dan air radiator, ia akan terus berjalan.
- Suku Cadang mudah, Istilahnya, “Cari sparepart Kijang itu semudah cari kerupuk di warung. Komponen mesin hingga aksesori bodi, stoknya melimpah baik yang orisinal maupun imitasi (KW). Biaya perawatan rutinnya sangat ramah di kantong dibandingkan mobil keluaran terbaru yang serba komputerisasi.
- Harga stabil, tidak seperti mobil modern yang harganya merosot tajam setelah 5 tahun. Sementara Kijang justru punya harga yang resilien. Kondisinya sangat terawat (low kilometer atau cat orisinal), harga pasar justru merangkak naik karena sudah masuk kategori barang koleksi.
- faktor nostalgia yang sangat kuat. Bagi generasi yang tumbuh di era 90-an, Kijang adalah simbol kemapanan keluarga menengah Indonesia. Banyak orang membeli Kijang sekarang karena ingin mewujudkan impian masa kecil atau sekadar mengenang momen bepergian bersama orang tua.
- Kabinnya Luas, efisien. Daya angkut 7-9 penumpang tetap lega. Mampu menerjang banjir atau jalanan pedesaan yang tidak rata.
(*)





