
METROSTRAIGHT.COM, Manado- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, secara resmi melantik Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Manado di Aula Kantor Wali Kota Manado, Kamis, (11/06/ 2026).
Sintya dalam sambutanya menyampaikan, pentingnya menjaga profesionalisme, soliditas organisasi, serta peran strategis pers dalam mendukung pembangunan daerah.
Sebab itu, harapanya kepada jajaran pengurus Pokja PWI Manado yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Dia pun meminta kepada Ketua Pokja PWI Kota Manado yang baru, Arsenius Hut Kamrin Tawi, bersama seluruh pengurus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap aktivitas pemberitaan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan mengedepankan profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” ujar Sintya.
Ketua PWI Sulut Periode 2026-2031 ini mengatakan, Kota Manado memiliki posisi strategis dalam dinamika pers di Sulawesi Utara.
Apalagi sebagai ibu kota provinsi, arus informasi dari Manado sangat memengaruhi persepsi publik. Tak bisa dipungkiri, keberadaan Pokja PWI Manado menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pemberitaan.
Lebih lanjut Syntia menerangkan, bahwa pembentukan Pokja di Kota Manado merupakan bagian dari mekanisme organisasi PWI sesuai dengan aturan yang berlaku di mana di tingkat ibu kota provinsi tidak dibentuk pengurus cabang, melainkan Kelompok Kerja yang bertanggung jawab langsung kepada PWI provinsi.
Ia pun menyampaikan tiga hal penting untuk dilaksanakan pengurus Pokja PWI Kota Manado maupun semua PWI Kabupaten dan Kota.
Pertama, menjaga soliditas dan kekompakan organisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan program kerja.
Kedua, meningkatkan profesionalisme di tengah derasnya arus informasi digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks, melalui peningkatan kompetensi seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan pelatihan jurnalistik.
Ketiga, menjadikan PWI sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pers harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif tanpa kehilangan independensi.
“Kita bukan corong pemerintah, tetapi juga bukan pihak yang berseberangan. Pers harus menjadi mitra kritis yang menyampaikan kritik secara membangun demi kemajuan daerah,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Sintya Bojoh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado atas dukungan yang selama ini diberikan kepada insan pers. Ia berharap sinergi antara PWI dan pemerintah daerah terus diperkuat guna meningkatkan literasi publik serta mendukung pembangunan daerah. (*)





