Mendagri: Pilkada Langsung Tidak Menjamin Pemimpin Bagus

METROSTRAIGHT.COM, Jakarta- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung kembali menjadi sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Mantan Kapolri ini mengatakan, Pilkada langsung tidak menjamin melahirkan pemimpin yang bagus dan berintegritas.
Faktanya, banyak kepala daerah dari hasil pemilihan langsung terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurutnya, OTT mendominasi dikalangan Kepala Daerah menandakan bahwa ada masalah sistematis. Lebih parahnya lagi, belum adanya integritas sebagai pejabat daerah.
” Apakah ini ada hubungannya dengan kaitan dengan mekanisme rekrutmen Pilkada langsung? Dan ternyata enggak menjamin ada pemimpin yang bagus. Ada pemimpin yang bagus, ada juga yang begini,” sentil Tito dilansir dari liputan6, Selasa (14/04/2026).
“Yang milih siapa? Rakyat iya kan,” ujarnya, di kawasan parlemen senayan, Jakarta, Senin (13/04/2026).
Mendagri Tito pun menilai, banyaknya OTT Kepala Daerah disebabkan proses rekrutmen yang masih lemah.
“Mungkin salah satunya mekanisme rekrutmen yang selama ini digunakan. Mereka semua adalah hasil dari pemilihan langsung pilkada. Di satu sisi ada baik, ada positifnya, ada juga negatifnya, di antaranya biaya politik yang mahal dan tidak menjamin yang terpilih ternyata orang yang baik,” tambah Tito.
Diketahui, hingga April 2026, tercatat sudah 6 Kepala Daerah terjaring OTT KPK. Kabar terbaru adalah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Dia ditangkap KPK terkait kasus pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025-2026. (*)





