Merson Simbolon Sukses Menyandang Gelar Doktor Manajemen

METROSTRAIGHT.COM, Manado- Wartawan senior Sulawesi Utara (Sulut), Merson Simbolon, SE, M.Si akhirnya menyandang gelar doktor Ilmu Manajemen, setelah berhasil mempertahankan disertasinya melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado, Selasa (29/072025).
Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut ini mengungkapkan, tekadnya menempuh pendidikan S3 bukan hanya gelar semata, tetapi juga dengan ilmu pengetahuan yang ia miliki menjadi bekal untuk mendorong pengembangan dunia Pers.

“Saya menuntut ilmu bukan hanya tentang memperoleh gelar semata, melainkan untuk memperoleh pengetahuan yang bisa membantu pengembangan dunia Pers untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan perilaku audiens, munculnya AI, dan tekanan untuk beradaptasi dengan teknologi baru” ujar Merson yang juga salah satu tim penguji Uji Kompetensi Wartawan.
Lanjutnya, setelah menempuh pendidikan ini ia telah berkomitmen akan mengimplementasikan ilmunya membangun dan memajukan organisasi PWI melalui berbagai program Pendidikan dan Pelatihan.
“Semoga ilmu yang didapat ini bermanfaat khususnya pers nasional yang lebih baik, tetap menjaga perilaku, etika jurnalistik, untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik” tandasnya.

Merson dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado, mendapat predikat sangat memuaskan. Dihadapan penguji, dia mampu mempertahankan disertasinya dengan judul : “Determinan Kinerja Wartawan dengan Mediasi Digitalisasi Berbasis AI”.
Merson menyampaikan interpretasinya yakni menempatkan Digitalisasi Media Berbasis AI sebagai variabel mediasi, mengembangkan teori kinerja campbell dengan pendekatan manajemen sumber daya manusia dalam konteks kerja jurnalistik era digital berbasis AI.
Disertasinya juga menjelaskan mekanisme pengaruh AI terhadap perilaku kerja wartawan, yang belum dijelaskan dalam teori SDM klasik.
Menurutnya, interpretasi determinan kinerja Campbell yaitu pengetahuan, keterampilan, dan motivasi ke dalam lima variabel independen, motivasi berprestasi, kepemimpinan LMX, kompensasi, kecerdasan emosi dan kompetensi.
“Ini merupakan pendekatan baru dalam mengelaborasi determinan kinerja berbasis teori Campbell, menawarkan perspektif baru dalam memahami kinerja wartawan melalui lensa MSDM modern yang dipadukan dengan perkembangan teknologi digital” ulas Merson, menjelaskan kesimpulan disertasinya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kesempatan untuk menuntut ilmu dan meraih gelar doktor di Program Pasca Sarjana Unsrat”. tutupnya.(er/*)





