
METROSTRAIGHT.COM, Minsel- Pemandangan yang memprihatinkan di ruas jalan nasional Desa Mokobang Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kamis (16/07/2026).
Terlihat salah satu titik longsor tak jauh dari desa tersebut nyaris saja memutus badan jalan. Sesekali kendaraan dari berlawanan bersua di lokasi ini harus ekstra hati-hati.
Entah kenapa belum juga ada tanda-tanda untuk penanganan seperti membangun talut tebing oleh pihak yang bertanggung jawab yakni Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).
Betapa mengkhawatirkan, kondisi titik longsor itu kini dijadikan tempat buangan sampah secara sembarangan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab.
Tak heran, banyaknya tumpukan sampah berserakan dilubang longsor tersebut. Kondisi ini jika dibiarkan terus bisa berakibat buruk, merusak struktur tanah lebih parah dan berpotensi terjadi longsor yang lebih besar.
Pengamatan media ini, kedalaman longsor diperkirakan mencapai sekitar 50 meter. Sementara itu miringan tanah terbilang cukup tajam. Volume sampah pun terus bertambah.
Terkait pembangunan konstruksi penanganan longsor, pihak BPJN Wilayah Sulawesi Utara ketika dihubungi melalui ponsel WahtasApp belum dapat dikonfiormasi.
Pemerintah Desa Mokobang sendiri melalui Pj, Hukum Tua Ketty Timbulang, setelah dikonfirmasi via chat WhatsApp ponsel pribadinnya belum memberikan keterangan atau jawaban.
Sekadar diketahui, jalan nasional Mokobang (Modoinding) menuju Tompaso Baru Kabupaten Minsel menjadi urat nadi krusial bagi perekonomian regional.
Koridor ini bisa disebut vital karena setiap harinya menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian hortikultura Modoinding ke sejumlah daerah.
Secara geografis infrastruktur jalannya melintasi pegunungan dan tikungan tajam. Kerap terjadi longsor, pohon tumbang akibat curah hujan yang cukup tinggi dan angin kencang. (er)





