HukrimMinselTopik Terkini

Tragis ! Rumah Terbakar di Tumpaan 1 Keluarga Tewas Mengenaskan

METROSTRAIGHT.COM, Minsel- Tragis, satu keluarga adalah Suami, Istri bersama Anak tewas mengenaskan dalam insiden kebakaran rumah di komplek jalan trans sulawesi Desa Tumpaan Jaga II Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sabtu (07/12/2024) sekitar pukul 19.30 Wita.

Korban yakni; Corneles Alvindin (78), seorang suami, meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit. Selanjutnya, sang istri Ani Leleng (75) bersama anaknya Natalia Alvindin (34) tewas mengenaskan di lokasi kebakaran.

Menurut keterangan saksi mata Edy Harianto, pemilik Warung Makan tidak jauh dari rumah korban, kejadian itu berawal ketika ia melihat asap tebal disertai kobaran api yang begitu cepat membesar dirumah korban. Sontak saja dia keluar dan berteriak seraya berlari menuju ke lokasi dengan membawa alat pemadam kebakaran.

Namun usahanya itu sia-sia saja, api terus membesar. Edy pun tidak bisa menolong korban pemilik rumah, lantaran kobaran api begitu cepat melahap seluruh badan rumah.

Saat bersamaan, sejumlah warga sekitar berdatangan membawa peralatan apa adanya untuk memadamkan api. Tak beberapa lama kemudian, personil kepolisian dipimpin langsung Kapolres Minsel AKBP. Arianto Salkery, SH,MH dan anggota TNI tiba dilokasi ikut bersama warga memadamkan api.

Selanjutnya, menyusul 2 unit mobil pemadam kebakaran. Petugas langsung bergerak cepat melakukan pemadaman api. Kurang lebih satu jam api berhasil dikendalikan. Namun tampak pada bagian dalam rumah semuanya hangus, sehingga tidak satupun barang berharga yang bisa diselamatkan.

Sementara itu, dalam proses evakuasi oleh pihak yang berwajib, korban Ani leleng petugas menemukan terkapar tidak bernyawa dibelakang pintu depan rumah. Sedangkan Feybe ditemukan tewas dilantai dapur. Korban Corneles sendiri sempat dibawah ke rumah sakit, tetapi meninggal dunia dalam perjalanan.

Kapolres Arianto mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan identifikasi. ” Tiga korban ini ayah, ibu dan anak,” jelasnya.

Informasi yang dirangkum media ini, dari cerita warga sekitar, para korban semasa hidup dikenal sangat baik, suka bergaul dan ramah dengan siapapun. ” Cuma dorang pe rumah memang selalu ja tutup pintu. Jarang ja buka pintu,” tutur warga dilokasi. (er/***)

Back to top button