BoltimKesehatanPendidikan

16 Kasus Stunting di Kecamatan Mooat Didominasi Anak Lahir Prematur

METROSTRAIGHT.COM, Boltim- Masalah Stunting di Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kini dalam penanganan serius Pemerintah dan pihak Puskesmas setempat melalui sosialisasi, pemberian makanan bergizi, imunisasi dan vaksin dikalangan anak remaja.

Hal ini diungkapkan Kepala Puskesmas Mooat Yowan Sepang, S.Kep saat ditemui wartawan media ini dikantornya, Jumat (02/08/2024).

Kata dia, di Kecamatan Mooat sekarang ini tercatat 16 kasus Stunting.

” Kasus terbanyak di Desa Guaan, Mokitompia dan Mototompiaan masing-masing 4 kasus. Ditambah lagi 1 kasus di Kokapoi dan 1 kasus di Kokapoi Timur. Tetapi beberapa desa lainnya juga berhasil lulus Stunting. Ada yang tertinggal 1 bahkan ada juga nol,” jelasnya.

Lebih jelasnya, menurut Yowan, Stunting tidak serta merta disebabkan kekurangan gizi. Seperti kasus Stunting di Kecamatan Mooat tidak sedikit didapati karena anak lahir prematur.

” Banyak bayi lahir prematur berakibat Stunting kebanyakan dari keluarga yang menikah muda atau masih dibawah umur,” sebutnya.

Sebab itu, ia mengatakan, penanganan dan pencegahan Stunting di Kecamatan Mooat selain pemberian makanan bergizi, pihak Puskesmas juga mengoptimalkan imunisasi dan vaksin, mulai dari anak-anak sampai remaja perempuan.

” Kami terus giat turun ke sekolah-sekolah melakukan sosialisasi serta imunisasi dan vaksinasi pencegahan stunting kepada kaum remaja perempuan,” tambah Yowan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boltim, Helmi Lasama, S.Kep ketika dikonfirmasi METROSTRAIGHT.COM belum lama ini mengakui bahwa prevelensi Stunting Boltim tahun 2024 terus menurun mencapai 20 persen.(er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button