Aleg Minsel Akui Jalan Desa di Modoinding Kian Memprihatinkan
Kaseger: Kita Cuma Mengusulkan, Eksekutor Adalah Eksekutif

METROSTRAIGHT. COM, Minsel- Meski Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dikenal kawasan sentra ekonomi penghasil hortikultura terbesar di Sulawesi Utara bahkan di kawasan Indonesia Timur. Namun sayangnya pada sektor pembangunan infrastruktur jalan desa dan jalan pertanian sebagai penunjang akses ekonomi masyarakat bisa dibilang masih dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Daerah.
Buktinya, sejumlah titik ruas jalan desa dan jalan pertanian hampir disemua Desa se Kecamatan Modoinding sampai sekarang ini kondisinya sungguh memprihatinkan alias rusak parah. Bahkan menurut penuturan warga kepada wartawan media ini, sudah belasan tahun jalan-jalan didalam desa tidak mendapat perhatian perbaikan melalui APBD. Tak heran keberadaan badan jalan dari tahun ke tahun tambah rusak.
Seperti pantauan di ruas jalan Pasar Modoinding menuju Desa Linelean hingga Desa Kakenturan raya, kemudian beberapa titik jalan di Desa Sinisir sampai Pinasungkulan. Kesemuanya benar-benar sangat memprihatinkan.
Hal ini turut diakui Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Kabupaten Minsel Yones Kaseger ketika dikonfirmasi METROSTRAIGHT. COM via ponsel, Kamis (01/06/2023). Dia mengatakan, perbaikan jalan Desa di Kecamatan Modoinding setiap tahun anggaran diusulkan lewat Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) Desa maupun Kecamatan.
Kemudian usulan itu juga dimasukan lagi dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRD melalui hasil reses. Tetapi entah kenapa usulan-usulan tersebut sudah bertahun-tahun tidak juga diakomodir APBD. Katanya, karena alasan dampak refocusing anggaran. ” Setiap tahun usulan perbaikan jalan-jalan desa di Modoinding dimasukan ke Banggar dan TAPD. Tapi selalu dengan alasan karena ada refocusing anggaran,” ujar Yones.
Legislator Minsel yang juga putra asli Modoinding ini pun menyayangkan bahwa dalam hal fungsi pengawasan, legislasi dan budjeting sebagai anggota DPRD, ia sendiri tidak pernah lagi mendapat atau melihat buku APBD Minsel dan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). ” Jadi kita cuma mengusulkan. Hasil musrembang yang menentukan. Ekskutor adalah eksekutif,” tegas Yones.
Kendati demikian, politisi Partai Golkar ini menyatakan dia akan terus mengawal untuk mewujudkan aspirasi masyarakat Modoinding. (er)





