MinselPemerintahan

BLT Kesra Tuai Kecaman, Ratusan Warga Miskin Menjerit

METROSTRAIGHT.COM, Minsel- Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp 900 ribu per keluarga yang mulai cair sejak Oktober 2025 kembali menuai sorotan.

Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara, warga mengeluhkan proses pencairan yang dianggap tidak tepat sasaran.

Sebagaimana informasi yang dihimpun. Bantuan yang sejatinya ditujukan untuk masyarakat rentan ekonomi ini dinilai meimbulkan ketimpangan data sosial dan transparansi penyaluran.

Sejumlah warga mengaku heran karena beberapa keluarga mampu justru masuk dalam daftar penerima. Sementara itu, warga miskin yang jelas membutuhkan malah tidak terdaftar.

Kepala Dinas Sosial Kab Minsel Drs. Beny Lumingkewas

Kepala Dinas Sosia Minsel Benny Lumingkewas ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa Dinsos terus berkoordinasi dengan Kemensos agar penyaluran lebih akurat.

Namun di sisi lain, warga menilai pemerintah terkesan lambat dalam melakukan pembaruan data. Padahal, verifikasi seharusnya dilakukan sebelum bantuan disalurkan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kami sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kemensos RI, dan data calon KPM teĺah mereka kirim ke dinas kami, dan langsung dikirimkan ke seluruh Pemerintah Desa untuk diverifikasi kembali oleh operator desa nama-nama calon penerima, lalu Pemdes mengirim langsung data itu ke Kemensos. “Terang mantan Kadis PMD itu.

“Jika ada pengakuan dari Pemdes bahwa nama-nama yang keluar ditentukan oleh Kemensos, berarti Pemdes tidak melakukan perubahan data.”tambahnya lagi.

Perlu diingat. Di tengah kebutuhan hidup yang kian tinggi, BLT Kesra seharusnya menjadi solusi nyata bukan sekadar pencitraan kebijakan. Tanpa perbaikan data dan transparansi, bantuan Rp 900 ribu itu hanya akan menjadi penenang sementara yang tak benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Pemerintah diharapkan melakukan evaluasi mendalam agar program bantuan sosial ke depan lebih tepat sasaran, adil, dan berdampak nyata bagi masyarakat kecil (Sik)

Back to top button