
METROSTARIGHT.COM, Boltim – Sukses menyelesaikan Pendidikan Strata Dua (S2) dengan gelar Magister Sains (MSi) di Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado, kini Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto,S.Sos,MSi kembali mengasah pengetahuannya kejenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni program Doktoral. Tak tanggung-tanggung, Bupati Sachrul belajar didua perguruan tinggi ternama sekaligus, yakni Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Bandung dan Universitas Hasanudin (UNHAS) Makasar.
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Komunukasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Boltim Khaerudin Mamonto,SE melalui press rilisnya, Sabtu (01/10/2022), bahwa di IPDN Jatinangor, Bupati saat ini sedang menyelesaikan program S3 jurusan Ilmu Pemerintahan. Sementara di UNHAS, beliau menyelesaikan S3 jurusan Ilmu Politik. Dikatakan Khaerudin, kebetulan, Jumat (30/09/2022), Bupati Sachrul mengikuti kuliah Ilmu Pemerintahan di IPDN yang disampaikan Prof Dr Tjahja Supriatna SU.
Mengutip pernyataan Bupati, kata Kadis Kominfo, untuk menjadi seorang pemimpin harus di perkaya dengan ilmu pengetahuan. Karena sejatinya ini menjadi dasar seorang pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan, ” pemimpin itu haruslah berilmu, sebab dalam membangun daerah tidak bisa hanya di dasari oleh retorika dan pencitraan semata, maka pemimpin haruslah berilmu, ilmu yang benar benar membawa manfaat bagi pembangunan dan masyarakat sebuah daerah” tutur Bupati.
Khaerudin menambahkan, ditengah kesibukan tugas dan tanggung jawab sebagai Bupati, beliau sering diundang untuk menjadi pemateri di berbagai kegiatan. Bahkan narasumber di beberapa agenda diskusi dan dialog yang membahas baik isu isu nasional maupun dunia internasional. Tidak kalah pentingnya lagi, Bupati beberapa kali diundang khusus memberikan kuliah umum dibeberapa perguruan tinggi. “ Bupati Boltim juga kemarin menyampaikan maaf tidak sempat hadir di acara acara kemasyarakatan yakni undangan pesta dan lain lain karna jadwal perkuliahan adalah hari jumat dan sabtu,” tambah Khaerudin.(red/ecw)





