Didukung PT ASA, Petani Kotabunan Rintis Kebun Kakao
Dari Studi Banding Jadi Gerakan Bersama

METROSTRAIGHT.COM, Kotabunan- Semangat baru tumbuh di sejumlah warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Togulu Coklat di Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Mereka kini tengah merintis jalan baru, membangun kebun pembibitan kakao sebagai alternatif mata pencaharian.
Berawal dari kegiatan studi banding yang difasilitasi PT Arafura Surya Alam (ASA) ke petani binaan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) di Bakan, kelompok tani Kotabunan mulai memperlihatkan hasilnya.

Hal itu tidak lepas dari pengalaman selama studi banding, melihat langsung keberhasilan para petani binaan JRBM. Pada akhirnya menumbuhkan tekad baru: “Kami juga bisa melakukannya di Kotabunan”.
Saat ini warga mulai mempraktekan dengan membuat pembibitan sederhana di pekarangan rumah. Enam bulan kemudian, melalui rapat kelompok, mereka sepakat mendirikan kebun pembibitan kolektif.
PT ASA kemudian memberikan izin penggunaan lahan tidur yang sudah dibebaskan untuk jangka waktu dua tahun.
Dengan semangat gotong royong, lahan dibersihkan, bangunan nursery didirikan, dan media tanam disiapkan dengan pendampingan tim Environment PT ASA.
Sejak bulan Juli 2025, sebanyak 20 anggota kelompok mulai menyemai ribuan biji kakao. Alhasil, sudah lebih dari 7.000 bibit telah tumbuh, bahkan mendekati target 10.000 bibit.
“Awalnya kami ragu apakah bisa berhasil. Tapi setelah melihat sendiri di Bakan, keyakinan kami muncul. Sekarang, kebun ini jadi harapan baru bagi keluarga kami,” tutur Rudi Sariambu, salah satu anggota kelompok.
Dalam waktu dekat, para anggota akan mengikuti pelatihan sambung pucuk bersama pakar kakao, Roni Kobandaha, selama ini membimbing petani di Bakan.
Harapan mereka sederhana tapi penuh makna, agar Kotabunan kelak dikenal sebagai sentra kakao, sekaligus memberi pilihan baru bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi keluarga.
PT ASA sendiri telah menegaskan dukungannya. “Kami percaya, keberadaan perusahaan harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Apa yang dilakukan Kelompok Tani Togulu Coklat ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan kerja sama bisa membuka peluang baru,” ujar Head External Reginald Pontoh. (*/rilis)





