BoltimKemasyarakatanPemerintahan

Pemdes Mooat Gelar Musdes Rembuk Stunting dan RKPDes

METROSTRAIGHT.COM, Boltim- Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Badan Permusyahwaratan Desa (BPD), Desa Mooat Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) gelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2025 di kantor Desa Mooat, Senin (29/07/2024).

Musdes tersebut dipimpin langsung Sangadi Mooat Darwin Mamonto, sebelumnya dibuka secara resmi oleh Ketua BPD Mooat Ferry Kaloh. Kegiatan ini juga dihadiri Pemerintah Kecamatan Mooat yakni Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Terry Sigar, SE.

Foto, suasana Musdes Mooat Boltim dipimpin Sangadi Darwin Mamonto

Sangadi Darwin dalam sambutan pembukaanya mengatakan, Musdes ini masih menitik beratkan pada evaluasi dan penanganan kasus Stunting khususnya di Desa Mooat. Selanjutnya, membahas usulan program kegiatan Dana Desa yang akan dituangkan dalam RKPDes 2025.

Sebab itu, dia berharap dalam pembahasan ini akan banyak ide, gagasan maupun usulan dari setiap lembaga maupun kelompok di Desa sebagai perwakilan masyarakat. Menurut Darwin, penanganan Stunting masih menjadi program prioritas pemerintah pusat, daerah sampai di desa.

Foto, Ketua BPD Mooat Ferry Kaloh saat membuka kegiatan Musdes

” Makanya, melalui Musdes ini saya ingin mendapatkan laporan data sejauh mana pencegahan dan penanganan stunting khususnya Desa Mooat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi PMD Kecamatan Mooat Terry Sigar, SE. Ia mengakui, pencegahan dan penanganan Stunting di Desa Mooat sudah optimal.

Kasie PMD Terry Sigar,SE saat sambutan di Musdes Mooat

” Pemerintah Desa Mooat berhasil lulus stunting dari 5 turun hingga 1 sampai sekarang. Pemerintah Kecamatan tentunya memberikan apresiasi atas kerja optimal penanganan dan pencegahan stunting Desa Mooat,” jelas Terry.

Kendati begitu, Terry meminta Pemerintah Desa terus mendorong masyarakat agar memiliki kemauan atau proaktif untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Puskesmas seperti imunisasi, posyandu dan lainnya.
Berdasarkan laporan dari petugas Stunting, bahwa kasus stunting di Desa Mooat tinggal 1 orang. Kemudian Gizi Buruk tidak ada. Kecuali kekurangan Gizi hingga sekarang tercatat 3 orang. Tetapi ketiga orang tersebut sedang dalam penanganan berupa pemberian makanan bergisi seperti susu, telur dan lain sebagainya.

Foto, suasana Musdes Mooat

Tidak kalah penting juga di Musdes ini, salah satu Pendamping Desa di Kecamatan Mooat menginformasikan beberapa kabar baik. Diantaranya, Desa Mooat berhasil meningkatkan status Desa Maju menjadi Desa Mandiri. (er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button