BoltimHukrim

Heboh, 2 Gadis Dibawah Umur “Digarap” Kakak Kandung

METROSTRAIGHT.COM, Boltim- Heboh! dua gadis dibawah umur sebut saja Bunga dan Melati (nama samaran) warga Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tegah “digarap” alias dipaksa berhubungan badan oleh lelaki RK (33) adalah kakak kandung mereka sendiri.

Aksi bejad RK (pelaku,red) terungkap di Polres Boltim setelah mendapat laporan dari masyarakat tanggal 16 Agustus 2024 belum lama ini.

Beberapa hari kemudian tepatnya, Selasa (20/08/2024) RK berhasil ditangkap di kebun wilayah Tutuyan oleh Tim Resmob Polres Boltim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Deny Tampenawas, S.Sos.
Kapolres Boltim AKBP Sugeng Setyo Budhi, SIK, M.Tr. Opsla melalui Kasi Humas Polres Boltim IPDA Reynold Wowor, S.Sos ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa lelaki RK bekerja di kebun milik ED di Desa Tutuyan Kec. Tutuyan, Tim Resmob langsung bergerak ke kebun tersebut dan benar ada lelaki RK, sehingga langsung diamankan oleh Tim Resmob” ungkap Kasi Humas.

Reynold mengatakan, lelaki RK terpaksa diamankan Tim Resmob karena diduga melakukan persetubuhan layaknya suami istri terhadap kedua korban Bunga dan Melati masing – masing masih dibawah umur dan tak lain adalah adik kandungnya (pelaku).

Sementara itu, Kasat Reskrim mengatakan berdasarkan keterangan pelapor dalam laporan polisi: LP/B/94/ VIII /2024/SPKT/RES-BOLTIM tanggal 16 Agustus 2024, bahwa pelaku RK melakukan aksinya memaksa korban bersetubuh sudah sejak tahun 2018 silam sampai bulan Juli 2024.

Singkat cerita, saat itu si pelaku berada di rumah bersama kedua korban adiknya. Entah setan apa menguasainya, tak pelak saja pelaku menyuruh salah satu adiknya untuk keluar dari rumah. Tidak sampai disitu, pelaku RK memanggil salah satu adiknya, lalu mengajak masuk kamar.

Kemudian pelaku mulai melampiaskan nafsu birahinya. Ia pun membuka celananya kemudian meminta korban membuka pakaian. Tetapi gadis itu berkali-kali menolak. Rupanya nafsu birahi RK makin tak tertahankan lagi.
Mau tak mau pelaku terpaksa ambil langkah paksa dan mengancam korban akan dibunuh. Alhasil, korban tidak berdaya dan pasrah ketika pelaku beraksi melakukan hubungan badan.

“Korban selalu menolak ajakan lelaki RK namum korban takut karena diancam akan dibunuh oleh lelaki RK” ungkap AKP Denny.

lanjut Kasat, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena yang menjadi korban adalah kedua adik dari terduga pelaku.

“Pemeriksaan masih terus dilakukan terhadap kedua korban dan saat ini lelaki RK sudah diamankan di kantor Polres Boltim” tutup Denny. (er/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button